Gowa – anteronews | Dugaan penyelewengan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kalpataru Desa Kanreapia yang dikawal langsung oleh Ikatan Pemuda dan Mahasiswa (IPMAH) Kanreapia kini berada pada tahapan baru.

Diketahui sebelumnya bahwa BUMDes Kalpataru Desa Kanreapia diduga sarat akan penyelewengan anggaran pada periode kepengurusan 2016-2018.

Namun kini berkas-berkas dugaan penyelewengan dana BUMDes tersebut telah masuk ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Gowa pada Jum’at 24 Januari 2020 dalam bentuk pengaduan untuk diproses sesuai aturan yang berlaku. Berkas pengaduan tersebut dibawa langsung atas nama Ikatan Pemuda dan Mahasiswa (IPMAH) Kanreapia.

“Kasus ini sudah bergulir dan kawal cukup lama. Sebelumnya kami menunggu hasil audit dari Inspektorat sembari mengumpulkan berkas-berkas yang kami butuhkan untuk pengaduan ke Kejaksaan Negeri Gowa.

Setelah hasil audit reguler Inspektorat menganggap ada kejanggalan, dan berkas lainnya kami anggap cukup kuat, pada hari Jumat kemarin kami masukkan pengaduan terkait dugaan penyelewengan dana BUMDes periode 2016-2018 tersebut”, ungkap Nawir (Ketua Umum IPMAH Kanreapia).

Mengenai perkembangan berkas aduannya, IPMAH Kanreapia sebagai organisasi dengan prinsip Mitra Kritis (Critical Partner) di Desa Kanreapia ini, sementara menunggu hasil koordinasi yang mereka bangun dengan pihak Kejaksaan Negeri Gowa dan organ lintas sektoral.

“Berkas pengaduan kami telah diterima dan dalam tahap pemeriksaan. Namun untuk perkembangan selanjutnya, kami terus melakukan koordinasi dengan pihak Kejaksaan Negeri Gowa, begitu pula koordinasi kami dengan beberapa organ lintas sektoral yang substansi perjuangannya senada dengan kami di IPMAH Kanreapia”, tutup Betok sapaan akrab Nawir.