Sanggahan Kepsek SLBN Pembina TK Provinsi Sulsel Terkait Pemberitaannya Di Salah Satu Media Online

  • Bagikan

Makassar,anteronews.id – Salah satu pemberitaan yang memojokkan oknum seorang kepsek SLB Pembina Tk.Provinsi Sulawesi Selatan terkait Pemotongan Bantuan Masjid Sekolah yang terbit beberapa hari yang lalu di media online.

Dimana dalam pemberitaannya mengatakan”Pemotongan bantuan masjid Oleh Kepala Sekolah SLB pembina Tingkat Privinsi Tak main-main Jumlahnya yang mencapai jutaan rupiah,bantuan masjid senilai Rp 10.000.000 di pangkas Rp 6.500.000 dan hanya disetor ke bendahara sekolah senilai Rp.3.500.000.

Namun pada saat dikonfirmasi oleh media dikediamannya di Jl.Tirta Je’neberang Kab.Gowa Sulsel Senin (23/03/2020),penerima bantuan masjid Bapak Ismail Yunus Menyanggah pemberitaan tersebut.

“Masalah pemberitaan itu tidak benar karena awalnya pembangunan kamar mandi (wc) di masjid sekolah itu terbengkalai karena belum ada pintu-pintunya jadi saya komunikasi dengan pak irwan memohon beliau untuk mencari donator mesjid di luar sekolah, dimana pak irwan mendapatkan donatur yang kebetulan tetangganya namanya Bapak Haji Mansyur itu menyumbang 10 juta untuk pembangunan masjid,Kemudian saya bertanya lagi apakah bisa dipakai selain dari pembangunan mesjid ? beliau bilang bisa, selain dari pembangunan masjid untuk kebaikan juga bisa digunakan.Jadi setelah itu pak Irwan pada saat upacara menyerahkan uang tersebut 10 juta ke pimpinan pembina upacara yakni Kepsek SLB Muh.Hasyim 0Spd,Mpd.Dan selanjutnya kepala sekolah tersebut menyerahkan kepada saya (Ismail Yunus)selaku pengurus masjid dan jumlah nominal itu masih utuh 10 juta karena amplopnya dalam keadaan masih tersegel dan saya menggunakan untuk membeli pintu masjid,”Jelas Ismail Yunus.

Lebih jauh Ismail Yunus menjelaskan bahwa”karena sudah berbulan-bulan terbengkalai sebelumnya saya cek dulu di bendahara mesjid,apakah sudah dibelikan pintu masjid ? bendahara bilang sudah saya kasih uang kepada Bapak H.Idam tapi belum dikerjakan pintunya ,jadi saya koordinasikan ke bapak kepala sekolah selaku pembina pengurus masjid,gimana ini pak dari pada ditunggu tidak selesai itu pintu masjid lalu saya pun bergegas membelikan pintu merk standing still bahannya warna coklat kemudian saya tunggu di pasar kemudian dikerjakanlah dari pagi jam 10 sampai magrib baru selesai,”kata Ismail Yunus

Lanjut ia mengatakan,”Selain itu sisa dana digunakan juga untuk timbunan parkiran dekat masjid karena ada rencana akan dibuat teras di sebelah kiri sisi masjid sementara teras itu digunakan untuk parkir motor orang tua siswa dan guru-guru jadi parkiran kami alihkan ke sebelah kiri sisi masjid karena becek di situ maka saya belikan pasir,batu,sertu dan kemudian saya upah cleaning service di sekolah untuk meratakan pasir dan batu batu itu di belahan parkir dan sampai sekarang parkiran itu dimanfaatkan oleh warga yang tinggal di kompleks sekolah dijadikan parkiran mobil sampai sekarang,”tutup Ismail Yunus.

Laporan : Firman/ Karca

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.