Gowa, anteronews – Di Kecamatan Bajeng Desa Panciro Kab. Gowa sejumlah ibu- ibu mengeluhkan pembagian sembako dari pemerintah yang tak kunjung mereka dapatkan, padahal menurut informasi mereka sudah menyetor kk dan foto copi KTP di RT setempat.

Hingga hari ini 4/5/20 mereka masih menantikan bantuan tersebut dengan penuh harapan bisa juga merasakan bantuan sembako pemerintah yang telah disalurkan secara merata di Kab Gowa.

Namun lain halnya apa yang dirasakan ibu-ibu ini harapan tinggallah harapan padahal mereka sama sekali tidak tersentuh bantuan apapun baik berupa dana PKH ataupun BLT.

Mereka juga mengeluhkan adanya warga yang hidup berkecukupan namun justru mereka yang diberikan bantuan sembako tersebut.

Saat dikonfirmasi oleh media mereka menyebutkan beberapa nama yang hidup berkecukupan namun mendapat bantuan sembako, diantaranya Dg Tobo, Haji Nai’ Dg Solo, Hj Intan, M Basri.

Mereka katakan “Dg Tobo ini adalah warga yang hidup berkecukupan sebab mempunyai usaha toko campuran, anaknya bekerja di Dishub, ada juga bekerja sebagai perawat dan yang satunya lagi TNI,” kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Dari hasil pantauan kami mereka yang mendapatkan bantuan sembako ini adalah keluarga dari Ketua BPD Kab Gowa.

Mereka hingga kini masih berharap dan meminta kepada pemerintah terkait untuk bisa memantau dengan seksama pembagian yang mereka rasakan tidak adil dengan adanya pilih kasih, kini mereka kesulitan untuk menyambung hidup sebab kata mereka suami atau kepala keluarga dirumahkan dan di larang untuk keluar rumah sedangkan persiapan pangan mereka sudah sangat minim.

Laporan  : Hisbullah