Yogyakarta – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah, menyebutkan, di Sulsel terdapat 330 pulau, dan masalah yang paling utama adalah pendidikan. Dimana, selepas tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) terjadi banyak putus sekolah karena tidak dapat melanjutkan pendidikan ke yang lebih tinggi, ke jenjang SMA dan perguruan tinggi.

“Sulawesi Selatan memiliki pulau 330, saya juga ada tanggung jawab anak-anak kita di pulau, mereka kalau sudah tamat SMP, bagi pulau yang tidak punya SMA, terpaksa harus putus sekolah,” kata Prof HM Nurdin Abdullah, pada peletakan batu pertama pembangunan Asrama Putri Sulawesi Selatan “Anging Mammiri” di Kota Yogyakarta, Rabu, 2 September 2020.

Ia mengatakan, anak didik harus ke Makassar bersekolah, tapi persoalan yang dihadapi tidak memiliki keluarga atau tempat tinggal.

“Dibutuhkan tempat tinggal, oleh karena itu kami sementara merencanakan asrama bagi masyarakat pulau, jadi tidak ada lagi alasan anak-anak kita tidak lanjut,” ujarnya.

Munculnya rencana ini, salah satunya saat Nurdin Abdullah dan Penjabat Wali Kota Makassar, Prof. Rudy Djamaluddin berkunjung ke Pulau Langkai dan Pulau Lanjukang, yang merupakan pulau terluar di Kota Makassar. Mereka mendengarkan keluhan warga saat itu.

“Saya akan bicara dengan Pak Wali terutama untuk anak-anak kita yang mau lanjut SMA, yang mau lanjut kuliah. Mudah-mudahan kita siapin tempat pemondokan di Makassar,” ungkapnya.

Ini dilakukan agar anak-anak pulau bisa menjadi manusia yang paripurna. Yang bisa mengubah kehidupannya dan kehidupan bangsa.

Sementara itu, Pj Wali Kota Makassar Rudy menuturkan, pihaknya sedang merancang ketersediaan asrama siswa dan mahasiswa asal pulau, demi memastikan anak-anak tersebut bisa terus melanjutkan pendidikannya.

“Ini demi menggapai cita-cita tertinggi yang diimpikannya,” kata Prof Rudy yang disambut gembira penduduk setempat. (*)

Sumber : Humas Pemprov Sulsel

Editor : Mustakim