Maros, anteronews – Pemerintah Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, patut dinobatkan sebagai salah satu Kecamatan se-Indonesia dengan predikat kinerja terbaik dalam hal penyaluran BLT DD (Bantuan Langsung Tunai Dana Desa) di 8 (delapan) desa tahun anggaran 2020. Hal tersebut di sampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara (DPD APKAN) Kabupaten Maros, Irianto Amama.

“Delapan Desa di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, adalah kabupaten se-Indonesia yang berkinerja baik terkait penyaluran BLT DD,” kata Irianto Amama, Jumat (11/9/2020).

Menurutnya, kenapa dikatakan terbaik, karena selain tepat waktu, juga tepat sasaran sesuai anjuran Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kecamatan serta Pemerintah Desa, yang selalu menjalin komunikasi dalam penyaluran BLT DD.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Firman SE menjelaskan, “penyaluran BLTDD di Kecamatan Tompobulu, mulai dari tahap pertama yang nominalnya Rp.600.000 selama tiga tahap, hingga tahap dua yang nominalnya Rp. 300.000, juga tiga tahap, telah selesai di bagikan di awal September tahun 2020, sesuai dengan anjuran pemerintah.

Adapun warga penerima BLTDD di 8 Desa, Kecamatan Tompobulu, Desa Bonto Manai 120 KK, Desa Bonto Somba, Desa Tompobulu 83 KK, Desa Toddolumae 112 KK, desa Pucak 63 KK, Desa Benteng Gajah 79 KK, Desa Bonto Manurung 98 KK, Desa Bonto Matinggi 133 KK.

Sementara Camat Tompobulu, Kabupaten Maros, Nasrudin S.Hut, sangat berterima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Maros, yang telah memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Tompobulu, dalam penyaluran BLTDD, bagi warga yang berdampak Covid 19.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada DPD APKAN yang telah nemberikan penilaian terbaik atas kinerja yang dilakukan aparatur negara di wilayah kerja kecamatan Tompobulu. Terima kasih,” ucap Nasuddin.

Nasrudin juga mengatan, sebelum penyaluran BLTDD, pihaknya telah menyampaikan kepada seluruh Kepala Desa dan Perangkat Kecamatan Tompobulu, agar lebih mengedepankan penyaluran BLTDD, dibandingkan program infrastruktur pedesaan. Karena saat Covid 19 mulai melanda Indonesia, khususnya di Kabupaten Maros, banyak warga Kecamatan Tompobulu yang tidak memiliki penghasilan, dalam arti, ada yang di rumah kan, ada juga warga sampai dikeluarkan dari kerjanya, karena kantor atau perusahan yang ditempati kerja tutup, karena pailit.

“Dari awal penyaluran BLTDD hingga tuntas, Camat Tompobulu, Kabupaten Maros ini, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Maros, Babinsa dan Babhinkamtibmas, para Kepala Desa di Kecamatan Tompobulu, Kepala Dusun, dan para Pendamping Desa yang bertugas mengawasi jalannya penyaluran,” tutup Nasruddin. (agunt/ira)