Gowa – Maraknya pemberitaan terkait adanya mitra FIF cabang kabupaten Gowa yang menyandera seorang anak dibawah umur disesalkan oleh pihak perusahaan. Menurut mereka, pemberitaan yang mencuat dinilai tidak berimbang secara etika.

Sempat mencuat pemberitaan dari beberapa media online seakan menyudutkan debt collector (kolektor debitur) dari FIF Cabang Gowa. Pada pemberitaan yang disajikan, kolektor dianggap telah melakukan suatu tindakan pelanggaran hukum dengan menyandera seorang anak.

Jml,, mitra pembiayaan FIF kepada Anteronews menyesalkan tindakan beberapa media yang tidak berimbang memuat berita.

“Seharusnya sebelum berita itu dimuat, mereka juga wajib meminta klarifikasi kami sebagai bagian dari hak narasumber”, ungkap Jml (14/9/2020).

Jml menjelaskan, berawal dari seorang komsumen yang menunggak pembayaran kredit 1 unit motor matic honda selama tiga bulan.

“Saat konsumen Daeng Rapi’ mendatangi kantor FIF cabang gowa bersama seorang anaknya (10/9/2020), sekitar pukul 12.30 Wita. Saat itu, Daeng Rapi menitipkan anaknya di warung di sekitar kantor dan mengatakan jika hanya menitipkan anaknya sebentar saja”, jelas Jml.

Mitra FIF ini melanjutkan, seperti ucapan Daeng Rapi, “saya titip dulu anakku, sebentar saya kembali”, dia menyampaikan kepada pegawai warung yang tak jauh dari kantor FIF Gowa.

“Jadi menurut saya, keliru jika dikatakan kami menyandera anak Daeng Rapi. Dia sendiri yang bawa anaknya dan pergi begitu saja. Bahkan pihak kami yang membantu anak itu menyewakan biaya transport untuk pulang”, jelasnya.

Dia sangat menyesalkan pemberitaan yang menyebut pihak FIF menyandera anak Daeng Rapi. Menurut Jamal, pemberitaan tidak cermat dalam mengimplementasikan UU Pers nomor 40 tahun 1999.

“Sebagai seorang pewarta, tidak semestinya membuat pemberitaan yang menyudutkan satu pihak dan tidak menyampaikan hal tidak sesuai dengan fakta”, tutur Jml.

Terkait melaporkan secara hukum mengenai pemberitaan yang tidak berimbang, Jamal mengaku belum dapat berkomentar.

“Pihak leasing FIF menyampaikan agar pemberitaan yang sudah di buat oleh rekan wartawan sebaiknya membuat klarifikasi atas pemberitaan bohong yang sudah beredar di media online.

Jika hal tersebut tidak di indahkan maka kemungkinannya pihak leasing akan membawa pemberitaan bohong ini sampai ke pihak berwajib”, tutup Jml.

Penulis : Karca