Luwu – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu, Jumat (25/9) menggelar sidang paripurna penetapan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk APBD-P 2020.

Dalam rapat tersebut, anggota DPRD Luwu, Wahyu Napeng, dari fraksi PAN mendesak agar pihak eksekutif meletakkan alokasi anggaran yang bertujuan untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN)

Wahyu Napeng menyoroti kebijakan Pemkab Luwu yang tidak maksimal untuk pemulihan kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

” Seharusnya kebijakan Pemkab Luwu memperlihatkan hal yang nyata untuk mrndorong pemulihan kesehatan serta pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak Covid-19,” ujar Wahyu Napeng.

Sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Luwu Rusli Sunali,

Menurutnya, KU-PPAS APBD Perubahan 2020 yang didorong pihak eksekutif Kabupaten Luwu bersama sejumlah anggota DPRD Luwu yang lain tidak menyentuh secara maksimal untuk pemulihan kesehatan dan pemulihan ekonomi masyarakat. Padahal ini sangat diharapkan pemerintah.

Wahyu Napeng (WN) mengatakan,
dalam dokumen KU-PPAS APBD Perubahan Tahun 2020 justru banyak kegiatan yang bersifat fisik berupa rehab bangunan gedung dan kantor.

” Seharusnya di APBD Perubahan ini tidak boleh terjadi. Untuk program fisik atau rehab, bisa diletakkan pada APBD Pokok TA 2021,” kata WN

WN mencontohkan, dalam KU-PPAS terdapat perubahan anggaran. Ada penambahan kegiatan fisik berupa rehab sedang/berat rumah jabatan unit sekretariat daerah dianggarkan dalam APBD Pokok sebesar Rp 570 juta, kemudian pada PPAS APBD- P mengalami kenaikan menjadi Rp 1,1 miliar lebih atau bertambah Rp 580 juta

WN menilai alokasi anggaran untuk rehab gedung/kantor tidak menjadi skala prioritas, karena kita mengalami bencana saat ini yaitu bencana Covid-19. Seharusnya program pertanian, perikanan dan perkebunan diperbesar.

“Anggaran miliaran untuk rehab ini harusnya dialokasikan ke sektor pemberian bantuan kepada koperasi, usaha mikro kecil dan menengah, sehingga itu bisa mendorong sehatnya ekonomi kita. Saat ini masyarakat serba susah pak Sekda,” tegas WN. (zb)