Bantaeng, Anteronews – Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa (KPPM) melayankan Surat Laporan (SL) ke Kantor Bupati Bantaeng terkait kasus dugaan pelanggarab di tubuh RSUD Anwar Makkatutu (29/9/2020)

SL tersebut diantar langsung oleh Jendral Lapangan KPPM Imran Fajar sekitar Pukul 08:30 wita ke kantor Bupati Bantaeng (Ruang Bupati).

Menurut Imran, hal ini dilakulan sebagai langka keseriusan kami dalam menangani dugaan kasus yang ada di tubuh RSUD Anwar Makkatutu.

“Di dalam Surat Laporan tersebut kami mengangkat empat poin perkara dan sekiranya penting untuk dikawal dan diselesaikan sebagaimana Hukum yang berlaku”

Lanjut, kasus yang pertama masalah hutang piutang antara RSUD dengan Bank Sul-sel-Bar yang telah melanggar beberapa peraturan pemerintah (pp), Peraturan Daerah (PD) dan seterusnya.

Kasus yang kedua adalah kasus indikasi Korupsi Pada proyek rehabilitasi gedung RSUD Ta 2019 dan Kasus indikasi Korupsi pada Pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) Ta 2018 serta Penyewaan Gedung RSUD lama kepada Mahasiswa yang sedang melakulan praktikum tahun 2018 yang disampaikan langsung PLT Bupati Bantaeng pada Media Tahun 2018 yang pada saat itu Wakil Bupati yang menjabat sebagai PLT.

“4 perkara ini haruslah di tuntaskan dan Bupati Bantaeng harus lebih tegas dan berani memberikan sanksi berat kepada Direktur RSUD Anwar Makkatutu”

Saya selaku jendral lapangan dan kelembagaan KPPM akan menangani kasus ini sampai selesai dan kami menegaskan bahwa hukum harus di tegakkan sebagaimana hukum di buat, pungkasnya. (*)

Laporan : His

Editor : Takim