Maros – Jalan setapak beralaskan tanah dan Paving Blok menjadi akses satu-satunya bagi Jawariah (78) dan anaknya yang bernama Saeni (60), menuju ke permukiman warga terdekat.

Nenek tua renta dan anaknya yang mengidap keterbelakangan mental itu, sudah puluhan tahun menghuni gubuk
yang jauh dari kata layak untuk ditinggali di atas tanah salah satu warga di Lingkungan Langkeang, Barae, RT. 03 RW. O2. Kelurahan Mattiro Deceng, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Gubuk yang ditinggali Jawariah ini, hanya seukuran 3 meter x 6 meter. Tingginya pun hanya berkisar tiga meter. Di bangunan itulah menjadi satu-satunya tempat Jawariah dan anaknya, berteduh sekaligus meluruskan punggungnya pada malam hari.

Selama puluhan tahun, tak sekalipun ada bantuan resmi dari pemerintah yang menyentuhnya. Jangankan kartu-kartu sakti macam KIS atau BPJS, bantuan sosial seperti Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tak pernah dia dapat. Selama ini, bantuan yang datang sifatnya baru dari perseorangan.

Untuk hidup sehari-hari Jawariah hanya mengandalkan Saeni (anaknya) yang mengidap keterbelakangan mental tersebut, yang bekerja serabutan.
” Seribu rupiah pun dia (Saeni) terima untuk dibelanjakan,” ujar Aiptu Muh. Makdis.

Lokasi tempat tinggalnya yang masih di kelilingi semak belukar juga menjadi tantangan tersendiri bagi Jawariah. Begitulah potret kehidupan Jawariah saat ini.

Dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan itulah Pengurus DPD Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara (APKAN) RI Kabupaten Maros tergerak untuk mendatangi gubuk yang ditinggali Jawariah, Jumat, 2/10-2020.

Kehadiran Pengurus dan anggota APKAN RI Maros di gubuk Jawariah ini dipimpin ketuanya, Irianto Amama didampingi wakil ketua, Syafar dan Sekretaris Hadi untuk memberikan bantuan Sembako dan uang alakadarnya.

” Bantuan ini jangan dilihat dari jumlahnya, meskipun nilainya tak seberapa. Tetapi, lihatlah dari keikhlasan kita,” ucap Anto Amama disaksikan Lurah Mattiro deceng, Hairuddin dan Bimmas, Aiptu Muh. Makdis serta Ketua RT, Safei.

Kini Jawariah sedikit lega untuk satu minggu ke depan, berkat uluran tangan DPD Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara Republik Indonesia (APKAN RI) Maros dan Lurah Mattiro Deceng, yang memberi sembako dan sedikit uang tunai.

“Kita berharap semoga saja ada dermawan yang tergerak hatinya untuk bersedekah dan membagi rezeki untuk seorang Jawariah,” harap Anto Amama.

Penulis : Ira