Makassar, Anteronews – Aksi Koalisi Perjangan Pemuda Mahasiswa (KPPM), Menggelar Aksi Demonstrasi tolak OMNIBUS LAW RUU CIPTAKER di Jl. Sultan Alauddin depan Kampus satu UIN Alauddin Makassar Senin, 5 Oktober 2020.

Massa Aksi KPPM memboikot satu jalur Sultan Alauddin dengan memakai Mobil sebari Membakar Ban bekas dalam rangka Penolakan Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang sedang di bahas dalam siding paripurna DPR RI.
Mobil Kontainer dijadikan panggung Orasi (Penyampaian aspirasi), dengan spanduk yang bertuliskan “Tolak Omnibus Law RUU Ciptaker”. Pada pukul 16:00 Wita Susana semakin panas dengan kobaran api dan kemacetan yang begitu panjang.

“Innalillahi wainnalillahi rojiun” satu kata yang diungkapkan salah seorang orator kemudian melanjutkan “Negara Indonesia sedang tidak baik-baik saja dimana pembahasan Omnibus Law RUU Ciptaker di bahas secara terburuh-buruh dan ditutup-tutupi padahal isi dari RUU tersebut hanya mengakomodir kepentingan dari pengusaha bukan malah mengakomodir kepentingan masyarakat Indonesia”

KPPM membawa Tuntutan “Tolak Omnibus Law RUU Ciptaker” singkat padat dan jelas namun dianggap bahwa pemerintah har ini (DPR RI diadakan pada 17 agustus 1945) bukan lagi hadir untuk mengakomodir kepentingan masyarakat Indonesia sebab penolakan terjadi di mana-mana namun pembahasan pengesahan masi terus saja dilanjutkan.

Sisi Humanis pemerintah hari ini perlu di pertanyakan, sebab 80% Praksi menyepakati pengesahan ini, namun isi daripada RUU ini jelas tidak pro terhadap rakyat.

Jendral Lapangan Misbahul Khair Mengungkapkan “Seluruh masyarakat Indonesia harus bergerak bersama untuk menolak RUU Ciptaker dan saya serta kelembagaan KPPM akan terus melakukan penolakan terhadap peraturan/regulasi yang tidak pro terhadap rakyat”
Aksi KPPM di Sore itu merupakan aksi Humanis dengan berlandaskan kepentingan rakyat sampai di titik akhir masi mempertegas penolakannya (Sampai titik nadi terakhir) kata yang tepat buat semnagat juang massa aksi.

“RUU Ciptaker jika di Sahkan yakin dan percaya bahwa kemestikan akan terjadi secara sistematis dan terstruktur maka dari itu saya selaku jendral lapangan menolak keras pengesahan RUU Ciptaker dan walau RUU ini berhasil di Sahkan maka kami tegaskan kami akan hadir untuk menghapuskannya,”Tegasnya.(*)

Laporan : His

Editor : Takim