Makassar, Anteronews – HMI Cabang Makassar Korkom Perintis kemerdekaan, menggelar aksi demonstrasi menolak RUU Cipta kerja / Omnibuslaw, Perintis Kemerdekaan, di jalan tello, Rabu, (7/10/2020).

Ketua PTKP HMI Korkom Perintis Rahmatulah, mengatakan, Omnibuslaw sudah jelas bahwa pemerintah indonesia hanya mementingkan kepentingan investor, mudah masuk diindonesia, serta melupakan Rakyat kecil, karena DPR melupakan dan tidak mementingkan kepentingan para buruh pekerja.

“Harapan aksi demonstrasi HMI Korkom Perintis, tetap konsisten menolak Amnibuslaw/Cipta kerja agar tujuan tercapai,”katanya.

Kader HMI Komisariat STIK YAPMA, Rahmat Burhan mengatakan, bahwa RUU Omnibuslaw/Cipta kerja tidak Pro terhadap rakyat di sahkan olah anggota DPR.

Sahkan RUU Omnibuslaw cipta kerja, satu bentuk kekecewaan dari HMI Cabang Makassar Korkom Perintis, dimna RUU tidak pro terhadap rakyat atas kekecewaan kebijakan pemerintah dan DPR.

Selaku kader HMI cabang Makassar korkom Perintis, mewakili komisariat STIK YAPMA,”mengharapkan Sebagai penyambung lidah masyarakat dan menghimbau kepada pemerintah, atau DPR untuk Mencabut RUU cipta Kerja/Omnibuslaw, karena bertentangan dengan pasal – pasal konstitusi,”ungkap Rahmat.

Pernyataan sikap, HMI Cabang Makassar, Korkom Perintis sebagai berikut:

1. Menolak RUU cipta Kerja/Omnibuslaw.
2. RUU cipta Kerja dinilai tidak memiliki urgensi dan kepentingan bersama serta jauh dari keadilan untuk itu RUU ciptq kerja harus di cabut.
3. Meminta kepada DPR untuk mengutamakan kepentingan rakyat.
4. RUU cipta kerja dinilai cenderung kapitalisme dan neoribelisme.
5. RUU cipta kerja tidak melibatkan kepentingan hak pekerja sehingga potensi dihilangkan dan dipinggirkan.
6. Dari lima point diatas kami menolak dengan keras.

Laporan : Takim