Maros, anteronews – Sebagian besar masyarakat di Kabupaten Maros, mungkin belum semua memahami istilah yang disebut stunting.

“Stunting” adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak, yakni tinggi badan anak lebih rendah atau kerdil dari standar usianya.

Kondisi tubuh anak yang pendek atau kerdil, seringkali dikatakan sebagai salah satu faktor genetik atau keturunan dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya.

Padahal diketahui, genetik merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan, dan pelayanan kesehatan.

“Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah, ungkap Kepala Desa Mattirotasi, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, “Alimuddin.

Menurutnya, Pemerintah Desa Mattirotasi saat ini terus melakukan pencegahan stunting. Hal ini dilakukan agar anak-anak Indonesia, khususnya Desa Mattirotasi, Kabupaten Maros, dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi.

“Ada, tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih”, tutur Alimuddin, yang dikenal sebagai Kepala Desa yang bisa mencegah Stunting terbaik di Kabupaten Maros.

Alimuddin menghimbau, agar masalah non kesehatan , jangan menjadi akar dari masalah stunting, baik itu masalah ekonomi, politik, sosial, budaya, kemiskinan, kurangnya pemberdayaan perempuan, serta masalah degradasi lingkungan.

Karena itu, Alimuddin menegaskan, kesehatan membutuhkan peran semua sektor dan tatanan masyarakat, untuk mencegah stunting.

Sementara Ketua DPD APKAN (Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara) RI Maros, Irianto Amama mengatakan, “dari pantauan DPD APKAN RI Maros, Desa Mattirotasi, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, merupakan Desa terbaik di Kabupaten Maros, yang berhasil melakukan pencegahan stunting, dan patut dicontoh.

Laporan : Andi Guntur/Ira