Maros, anteronews – Mungkin sebagian besar masyarakat di Kabupaten Maros belum mengetahui, kalau Kepala Desa Benteng Gajah pernah mendapatkan penghargaan sebagai Kepala Desa Terbaik Seluruh Indonesia, di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2004-2005.

H. Ambo Asse SE, saat menjabat Kepala Desa Welo, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo tahun 2004-2005, pernah mendapatkan “Predikat Kepala Desa Terbaik dan Terpadu seluruh Indonesia, mengalahkan Bali dan Jogya, mewakili Sulawesi Selatan, tuturnya.

Berikut kisah H. Ambo Asse SE, mantan Kepala Desa Welo, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo dua priode, yang kini menjabat Kepala Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, saat ditemui wartawan.

“Awalnya saya tidak percaya mendapatkan predikat Kepala Desa Terbaik dan Terpadu dari semua link sektor. Namun dari hasil pemeriksaan, pemantauan dan penilaian, Desa Welo, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, dinyatakan pemenang desa terbaik dan terpadu, mengalahkan Bali dan Jogya,” jelas H. Ambo Asse.

Saat itulah Desa Welo, menancapkan eksistensinya di kancah nasional menjadi desa terbaik sekaligus menduduki peringkat pertama di antara ribuan desa menurut indeks desa membangun (IDM) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Raihan yang dicapai Desa Welo, tersebut tidak serta merta hadir. Ada proses panjang yang membuat wilayah Welo, menjadi desa mandiri.

Tahun 2003-2004, Welo, hanya berstatus desa berkembang dengan nilai IDM 0,63 atau 63. Hanya butuh sekitar 2 tahun, menjelma jadi desa mandiri dengan nilai IDM 95 atau 0,95.

Tentunya raihan tersebut tidak lepas dari komitmen Pemerintah Kabupaten Wajo dalam melakukan intervensi positif untuk mengembangkan potensi desa.

“Melalui administrasi, sektor pertanian dan perkebunan serta didukung pariwisata berbasis masyarakat. Hasilnya tingkat kesejahteraan masyarakatnya juga ikut naik,” kata H. Ambo Asse SE.

Peningkatan kesejahteraan ekonomi secara langsung juga membuat indeks ketahanan sosial dan ekologi atau lingkungan hidup juga naik.

“Pengikatnya adalah keselarasan program antara pemerintahan dengan masyarakat. Hal ini membuat program desa, daerah dan pusat tersinkronisasi,” ujarnya.

Sinkronisasi inilah yang mengantarkan Welo, menjadi desa terbaik nasional dan berada di puncak desa lainnya yang ada di Indonesia tahun 2004-2005.

Welo, mengungguli beberapa desa unggulan Jawa dan Bali. “Ini bukti adanya kerja keras seluruh elemen serta dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Wajo dengan visi misinya,” imbuhnya.

H. Ambo Asse SE, berharap semoga pertumbuhan kemandirian desa di Kabupaten Maros, bisa melahirkan desa-desa mandiri terbaik di Indonesia, tutup H. Ambo Asse. SE.

Andi Guntur/Ira