Maros, anteronews – Camat Cenrana, H. Suwardi Sawedi mengusulkan ke Geogpark Unesco 3 (tiga) destinasi wisata di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Ketiga destinasi wisata tersebut merupakan prioritas utama, yakni: Salukang Kallang di Desa Labuaja, Pacolla di Desa Cenrana Baru, dan Lengang di Desa Laiya untuk menjadi salah satu World Heritage Indonesia.

Kepala Desa Laiya, Sirajuddin mengatakan, destinasi Air Terjun Lengang yang terletak di Dusun Bontomanai, Desa Laiya memiliki keunikan berupa tingkatan tebing yang membuat jatuhan air nampak sangat menakjubkan. Air Terjun Lengang juga menyajikan ‘Infinity Pool’ alami yang memanjakan mata.

“Saya bangga sama Camat Cenrana yang telah mengusulkan destinasi Air Terjun Lengang menjadi salah satu World Heritage Indonesia ke UNESCO,” ujar Sirajuddin.

Sementara Camat Cenrana, H. Suwardi Sawedi. SE. M.Si, mengatakan, Kecamatan Cenrana mempunyai banyak sekali destinasi-destinasi baru yang menarik untuk dikunjungi, yang tidak dimiliki kecamatan maupun kabupaten lain diusulkan ke United Nations Educational (UNESCO), melalui Provinsi Sulawesi Selatan.

Destinasi yang telah diusulkan itu, ungkap Camat Cenrana, yakni, Goa Salukang Kallang di Dusun Pattiro, Desa Labuaja, yang telah dinobatkan sebagai goa terpanjang dan terdalam di Indonesia, dengan panjang 26 KM dengan kedalaman mencapai 280 meter. Destinasi Pacolla di Desa Cenrana Baru, yang direncanakan untuk wisata paralayang, dan Destinasi air terjun Lengang di Desa Laiya.

Menurut Suwardi, sejumlah agenda dan promosi dilakukan untuk menjadikan destinasi unggulan di Kecamatan Cenrana, agar masuk dalam daftar Geopark Unesco. Mulai dari seminar nasional Geopark, Workshop, dan iklan.

Upaya ini dilakukan agar penilaian Geopark yang dilakukan UNESCO bisa tercapai, karena ketiga destinasi wisata ini mengandung batuan granit besar, batuan bertekstur porfiritik, mineral kuarsa, ortoklas, plagioklas, biotit, dan hornblende yang beraneka warna hingga batuan beku yang mempunyai kristal kristal kasar tersebar merata di tiga destinasi wisata tersebut. (Andi Guntur/anto)