oleh

Satpol PP Kota Makassar Dianggap Pilih Kasih Dalam Tugas Penertiban

Makassar, anteronews – Seorang anak muda berusia 16 tahun bernama Ari merintis usaha cuci motor yang di beri nama Cuci Motor Alka yang baru berjalan beberapa hari ini. Usaha cuci motor yang dijalaninya terletak di jalan Adipura RT 03 Rw 02 Kelurahan Karuwisi Kecamatan Panakkukang Makassar.

Setiap hari mulai jam 8 pagi hingga sore hari Ari bergelut dengan usahanya itu, namun di hari ini senin 19/10/2020 Ari menangis pilu dalam hati saat tiba- tiba Satpol PP datang membongkar usaha cuci motornya

Saat tim anteronews menanyakan apakah usahanya ini sudah ada laporan ke pemerintah setempat, ibu ari menjawab ” iya, saya sudah datang di RT dan RW setempat bahkan saya juga ke Kelurahan, dan pihak kelurahan mengatakan, dari kitaji karena sekarang lagi rawan mau pilkada, tapi kalau na taumi Rt ta sam RW ta dari kita mami mau buka usahata itu,” dengan begitu ibunya Ari Ibu Kalsum merasa bisa membuka usaha tersebut.

Lanjut ibu Kalsum mengatakan” saya heran kasian, kenapa usahanyaji anakku yang di bongkar sedangkan yang lainnya yg ada juga usaha dekat situ tidak di bongkar, na ini usaha kecilji kasian, untuk biaya hidup sampai hatinya di bongkar, bukankah seharusnya warga harus di dukung jika ada kemauan untuk membuka usaha supaya perekonomian anak mudah tidak membebani orang lain termasuk keluarganya sendiri,”

Ibu Kalsum melanjutkan ” ini usaha bukan juga untuk anakku sendiri tapi dia juga bisa mempekerjakan beberapa orang temannya, untuk bisa saling membantu,” Ketus Ibu Kalsum.

Kecurigaan Ibunya Ari ada kemungkinan kaitannya dengan pilkada walikota, dirinya menyayangkan hadirnya satpol pp yang membongkar usaha cuci motor anaknya, menurutnya apa hubungannya usaha anaknya dengan pilkada, karena Ibu Kalsum adalah salah satu relawan dari paslon walikota di pilkada nanti.

Satpol PP atau Polisi Pamong Praja melakukan tugas-tugas sesuai aturan yang ditetapkan, antaranya melakukan tindakan/penertiban non yustisial terhadap warga masyarakat, aparatur, atau badan hukum yang melakukan pelanggaran hukum atas Perda dan atau Perkada.

Namun jika di lihat dari tindakan yang sudah di lakukan Satpol PP terhadap usaha cuci motor Alka patut di pertanyakan mengapa hanya usaha cuci motor Alka saja yang di bongkar/ditertibkan atau di anggap melakukan pelanggaran, lalu bagaimana dengan usaha yang satu lokasi dengan cuci motor Alka, mengapa tidak di bongkar atau di tertibkan juga.

Ibu Kalsum berharap semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini, dirinya mengaku merasa sangat dirugikan baik secara moril ataupun meteri, dan kasian atas apa yang menimpa anaknya padahal anaknya sudah penuh semangat menjalani usahanya itu.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed