oleh

IBAS -RIO Kerap Diterpa Isu Miring, Begini Tanggapan Pendeta Ritben Sipatu

Luwu Timur, anteronews – Segala cara dilakukan untuk menjegal elektabilitas pasangan IBAS-RIO yang semakin hari kian melejit meninggalkan sang petahana yang trendnya semakin hari makin meredup.

Berbagai isupun dilontarkan untuk menangkal kepopuleran sang penantang yang diharapkan mampu memberikan perubahan kearah Luwu Timur yang lebih baik kedepan dengan segala inovasi yang tuangkan dalam visi-misi yang sangat berpihak kemasyarakat.

Salah satu isu yang paling santer terdengar adalah isu agama, dimana dalam isu itu menyebutkan bahwa ketika pasangan IBAS-RIO yang duduk sebagai Bupati dan Wakil Bupati, mereka berdua hanya akan perhatian kepada keyakinan mereka. Dan yang parahnya lagi, katanya kalau pasangan IBAS-RIO terpilih ternak babi akan dihilangkan.

Salah satu tokoh agama kabupaten Luwu Timur yang juga sebagai seorang pemimpin ummat, yakni Pendeta Ritben Sipatu S.Th, yang ditemui sesaat setelah melakukan pertemuan dengan warganya didesa Lanosi, kecamatan Burau, Minggu (01/11/2020).

Pendeta Ritben, kepada pewarta mengaku kalau pasangan IBAS-RIO yang selama ini diisukan negatif ternyata berbanding terbalik dengan kenyataannya. Dijelaskannya bahwa pasangan IBAS-RIO justru sangat menghargai segala perbedaan, dan pemimpin seperti merekalah yang pantas dan diharapkan untuk memimpin kabupaten Luwu Timur yang masyarakatnya majemuk.

Menurutnya lagi, sebagai seorang yang berlatar belakang Pendeta, dirinya mengatakan bahwa pemimpin seperti IBAS-RIO lah yang diharapkan karena banyak hal yang bisa diusulkan dan direalisasikan, diantaranya sertifikasi Rumah Ibadah karena itu adalah hal yang terpenting, mengingat hal itu berkaitan dengan Ummat.

Bahkan secara sosial, pemimpin yang diharapkan itu adalah pemimpin yang memang harus mengetahui problem dimasyarakat secara nyata, bukan hanya mendengar tetapi terjun langsung seperti yang dilakukan pak Irwan Bachri Syam.

“IBAS-RIO adalah pasangan yang sangat menghargai perbedaan, mereka berdua turun kelapangan dan tahu pergumulan itu, serta untuk menjawab pergumulan Lutim yang anjlok memang dibutuhkan pemimpin yang kreatif, inovatif untuk menjawab segala tantangan yang dihadapi oleh kabupaten Luwu Timur.” Tutup Pendeta Ritben Sipatu S. Th. (Kibar-red).

Penulis : Nur Alam

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed