oleh

Salut, LSM GMBI, KSM Tompobulu dan Tripedes Maros Mendapat Apresiasi Menyelesaikan Polemik Warga

Maros, anteronews – KSM Tompobulu LSM GMBI bersama TRIPIDES Bonto Manurung Kecamatan Tompobulu Kab.Maros Berhasil Memediasi Kedua Belah Pihak Mantan Suami (JM)dan Mantan Istri (N) Telah Resmi Bercerai Tahun 2019 lalu di pengadilan Agama Kab.Maros berdasarkan Surat Keputusan Cerai No 367/Pdt.G/2019/PA.Mrs Tanggal 27 Agustus 2019.

Pada mediasi ini resmi di lakukan secara kekeluargaan dan di adakan di Kantor KUA Tompobulu pada Tgl 2 Nopember 2020 pukul 11.00 sampai selesai dihadiri
TRIPIDES Bonto Manurung sebagai Kades Ibu Suriani dan Ketua Distrik LSM GMBI Muh.Jufri .SE Serta Kepala Dusun, Imam Desa dan Para Tokoh Masyarakat di Desa BONTOMANURUNG.

Kepala KUA Kabupaten Maros Saharuddin S.H.I, .MM,  sangat mengapresiasi kinerja yang sudah di tempuh oleh LSM GMBI, KSM Tompobulu dan Tripedes  yang menurutnya sangat membantu dalam meluruskan permasalahan atau konflik yang terjadi di tengah masyarakat.

“Mediasi Ini sangat kami Apresiasi serta menjadi tolak ukur kami dari Kantor Urusan Agama karena sangat membantu masyarakat serta saling menerima pihak mantan suami J dan .antan istri N secara kekeluargaan,”
Ucap Kepala KUA yang juga sebagai Pimpinan Rapat atau Mediasi Tersebut .
Kami juga dari TRIPIDES sangat terbantukan adanya LSM GMBI yg dapat membantu Masyarakat kami karena tidak semua Polemik di daerah desa kami bisa di ketahui, dalam masalah ini sangat kami berterima kasih kepada LSM GMBI ucap Kades BONTOMANURUNG .

Ditemui awak media ketua LSM GMBI Distrik Maros M.Jufri.SE menyampaikan” Sebagaimana kita ketahui bersama pada Sila ke 4 Pancasila kami Aplikasikan dalam Musyawarah untuk mufakat,”

Ia menambahkan “sebagai social kontrol kami selalu hadir di tengah – tengah masyarakat dan pemerintah itulah tupoksi kami dari LSM GMBI sebagai peran serta monitoring kontrol agar permasalahan serta konflik ataupun polemik yang muncul di masyarakat dapat kami jembatani ke arah dan Jalur yang tepat ,sehingga tidak terjadi polemik yang negatif ditengah-tengah masyarakat yang dapat memecah belah kehidupan bermasyarakat,”tutupnya.

Laporan : Syafar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed