oleh

Pengadaan Alkes 2016 di Maros Rugikan Daerah

Maros, anteronews – Ketua LSM DII (Devisi Investigasi Indonesia), mencium aroma tak sedap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Maros pada tahun anggaran 2016. Tak ayal, sorotan LSM DII tertuju pada pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Selain disinyalir menguntungkan pihak tertentu, Ketua LSM DII, Andi Zaenal menduga kongkalingkong terkait sejumlah kegiatan pengadaan di Dinkes Maros. Hal ini diungkapkan, Ketua LSM DII kepada wartawan, Senin (2/11/2020).

Ia membeberkan, pada tahun 2016, Dinas Kesehatan menganggarkan belanja modal Alkes senilai Rp. 12.000.000.000, dan telah direalisasikan 100 persen dari anggaran proyek yang sudah ditenderkan.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, paket pekerjaan di Dinkes Maros itu adalah, pengadaan alat kesehatan untuk Puskesmas di Kabupaten Maros, pekerjaan tersebut ditangani oleh satu perusahaan milik anak mantu RS Grestellina Makassar.

“Hasil konfirmasi di beberapa PKM, permintaan itu diberi berdasarkan pengajuan dari daerah. Sementara, pihak dinas mengajukan permintaan perdasarkan daftar dari PKM, yang diajukan,” kata Andi Zaenal.

Tak hanya pengadaan Alkes yang disoroti, juga pengadaan lampu jalan.

Andi Zaenal curiga, dari besaran rincian total anggaran yang terserap di Dinkes Maros, patut diduga terjadi kerugian keuangan daerah. Itu artinya, Zaenal menilai, ketidakwajaran anggaran di Dinkes Maros perlu diselediki lebih mendalam.

“Belum lagi, masalah lain seperti pengadaan obat-obatan yang statusnya mendekati kadaluarsa. Jangan hanya mengejar keuntungan tapi justru daerah yang dirugikan,” sentil Zaenal. (andi guntur/amto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed