oleh

Seorang Lelaki Penggali Sumur Ditebas Parang Hingga Pergelangan Tangannya Putus

Gowa, anteronews – Seorang penggali sumur ditebas parang pada bagian pergelangan tangan kanan pasca terjadi keributan dengan warga yang berada di Dusun Bontobila Desa Julubori kec. Pallangga kab Gowa pada Minggu, (08/11/ 2020) pukul 21.00 WITA.

Awal kejadian ketika saksi Arifin sementara membuat pagar rumahnya kemudian, korban DN (45) yang datang menemui saksi kemudian menegur saksi sambil berteriak teriak lalu melempari rumah saksi selanjutnya terjadi adu mulut.

Karena emosi kemudian korban mencabut pisau dapur yang dibawanya lalu mengejar saksi.

Saat pelaku mengetahui kejadian tersebut kemudian pelaku yang merupakan saudara kandung saksi mendatangi korban dari arah samping dengan membawa parang dari rumahnya kemudian mengayunkan parang kearah pergelangan tangan kanan yang saat itu memegang pisau.

Akibat ayunan parang, pergelangan tangan kanan korban putus dan terjatuh ke tanah bersama pisau yang dikuasainya.

Pasca kejadian selanjutnya pihak keluarga korban melarikan korban ke RS Syech Yusuf Kab Gowa.

Sekitar pukul 22.30 WITA, Kapolsek Pallangga bersama personil bergegas menuju TKP dan melakukan serangkaian tindakan kepolisian serta mengamankan terduga pelaku dan barang bukti berupa 1 bilah parang yang digunakan menebas pergelangan tangan kanan korban, ungkap IPTU Nasruddin, SH, MH.

Pelaku berhasil diamankan oleh Bhabinkamtibmas Aiptu Subair di Desa Julubori Kec Pallangga Kab Gowa bersama pemerintah setempat, tambahnya.

Selain parang, personil juga mengamankan sebilah pisau yang diduga milik korban yang ditemukan di TKP. Kini terduga pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polsek Pallangga Polres Gowa, jelas IPTU Nasruddin,SH, MH.

Pasca diamankannya pelaku, penyidik Reskrim Polsek Pallangga melakukan pemeriksaan terhadap 2 orang saksi kemudian menetapkan terduga pelaku sebagai tersangka pada hari Senin (09/11/2020).

Adapun latar belakang penyebab terjadinya penganiayaan di duga pelaku emosi dan tidak terima saat saksi (sudarara pelaku) dikejar oleh korban menggunakan pisau, tambah Nasruddin saat menjelaskan motif kejadian di hadapan awak media.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya penyidik Polsek Palangga mempersangkakan dengan pasal 351 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, ungkap IPTU Nasruddin, SH, MH saat mengakhiri konferensi Pers di halaman kantor Polsek Palangga. (*/his)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed