oleh

Kalah Suara Bupati Maros Alihkan Proyek Jalan Beton di Desa Toddolimae ke Bontosomba

Maros, antetonews – Masyarakat Desa Toddolimae, Kec. Tompobulu, Kabupaten Maros, hanya bisa urut dada. Pasalnya, proyek jalan beton di desa Toddolimae dialihkan oleh Bupati Maros, Hatta Rahman ke Bontosomba.

Pengalihan proyek tersebut karena Hatta Rahman kalah suara pada Pilkada periode pertama dan kedua 2011 – 2020.
” Sejak kekalahan Hatta Rahman di desa Toddolimae, infrastruktur jalan terabaikan,” ujar Sule salah seorang warga desa.

Parahnya, diakhir masa jabatan, Hatta Rahman, malah berbisik ke rekanan agar jalan beton yang akan dikerja di desa itu dialihkan ke Bontosomba.

Jelang Pilbup di Kabupaten Maros, banyak “Tim Sukses” dan “Tim yang Sukses” kecipratan proyek, sebagai bentuk terima kasih karena mendukung calon bupati yang diusung Bupati Maros.

Sayangnya, bupati tidak melihat kinerja rekanan yang terdaftar sebagai “Tim Sukses”. Sehingga Bupati dan rekanan tersebut seenaknya mengalihkan proyek di Desa Toddolimae Bontosomba.

“Hal itu terbukti dengan kondisi jalan di Desa Toddolimae yang rusak dan terkesan dibiarkan, selama kurun waktu 15 tahun, beber Sule, Sabtu (14/11/2020).

Menurutnya, sudah hampir dua priode masa jabatan Bupati Maros, hingga kini, jalan poros Desa Toddolimae, tidak pernah tersentuh perbaikan, padahal warga sudah berharap beberapa kali saat musrembang.

Sule merasa kecewa, karena sejak pengerasan jalan 15 tahun lalu, akses jalan yang menghubungkan beberapa desa, belum tersentuh oleh Pemerintah
Kabupaten. Dia berharap kepada Bupati Maros, agar segera memperbaiki jalan tersebut.

Bupati Maros, Kadis PU dan Kabid PU, yang akan dikonfirmasi tidak ada di tempat dan seolah olah tidak mau ditemui terkait rumitnya kasus Bupati Maros Cs yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dari hasil investigasi, “Tim yang Sukses”, berhasil membisiki Bupati Maros di Warung Coto di Kecamatan Tompobulu, yang diamini Kabid PU, untuk mengalihkan “Proyek Jalan Beton di Desa Toddolimae, ke Bontosomba, Kecamatan Tompobulu, pertengahan bulan Oktober 2020. (Andi Guntur/ira)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed