oleh

Asisten I Maros, Buka Sosialisasi Penanganan Konflik Sosial di Kecamatan Lau Maros

ANTERONEWS, ANTERONEWS – Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Maros, menggelar sosialisasi penanganan konflik sosial dengan tema, “Antisipasi Konflik Sosial Untuk Mencegah Disintegrasi Bangsa,” bertempat di Aula Kantor Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Kamis (24/11/2020).

Acara Sosialisasi dibuka oleh Asisten I Kabupaten Maros, Andi Dainuri SE, M.Si, dalam sambutannya mengatakan, sosialisasi penanganan konflik ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini segala macam konflik yang akan terjadi di daerah. Baik itu konflik sosial, budaya maupun keagaamaaan.

Andi Dainuri menjelaskan, melalui kegiatan ini pemerintah kabupaten terus bekerjasama dan berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa dalam hal pencegahan dan penanganan konflik yang terjadi di wilayah masing-masing.

“Oleh karena itu, melalui sosialisasi ini saya berharap di Kabupaten Maros, kgususnya Kecamatan Lau, tidak akan terjadi konflik yang akan memecah belah kerukunan umat beragama maupun persatuan bangsa,” sebutnya.

Sementara Kasat Intelkam Polres Maros, AKP Erduardus Budi Hartono S.S, menyambut baik dan sangat mengapresiasi dilaksanakannya kegiatan sosialisasi penanganan konflik sosial di daerah.

“Karena kegiatan ini, sangat penting dan strategis sebagai upaya kita bersama, mengantisipasi terjadinya konflik sosial, dalam rangka membangun harmonisasi di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Menurutnya, saat ini dalam pencegahan terjadinya konflik sosial, bukan lagi hanya sekedar pendekatan keamanan dan pembangunan fisik, tetapi juga pendekatan budaya serta nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia, yakni kegotong-royongan, kepedulian, menghormati perbedaan, menghargai dan toleransi.

“Oleh sebab itu, melalui momentum pelaksanaan kegiatan sosialisasi penanganan konflik sosial di daerah ini,
Erduardus Budi Hartono, mengajak kita semua, menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan leluhur bangsa, sekaligus merespon isu-isu aktual, baik yang bersumber dari dalam maupun luar negeri, seperti radikalisme, terorisme, gerakan intoleran, politik adu-domba, sehingga kewaspadaan masyarakat terhadap potensi konflik sosial, yang bisa mengganggu dan mengancam dis-integrasi bangsa, dapat ditingkatkan,” ungkapnya.

Turut hadir, Drs. H. A. Yanas Pabokori, Pasiter Kodim Maros 1422, Kapten Infantri Nasrun, Direktur FM Salewangen, Louri Hendra jaya, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Tokoh Agama, serta PKK Kecamatan Lau. (Andi Guntur/ira).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed