oleh

GAPPEMBAR Komisariat II Barru, Soroti Sampah Sarung Tangan Plastik Sisa Pilkada Kab. Barru

 

 

Barru, Anteronews – Selang beberapa hari usai Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Barru serentak 2020, sejak Rabu (9/12/2020), Dari 7 Kecamatan, 15 Kelurahan dan 40 desa dengan jumlah Pemilih 130.289 DPT yang tersebar di 449 TPS.

Dalam Penyelenggaraan Pilkada di kabupaten Barru tahun ini cukup berbeda dari Penyelenggaraan sebelumnya Dikarenakan harus Sesuai dengan Protokol kesehatan Demi terhindar dari paparan Covid-19, berbagai peraturan pun lahir dalam penyelenggaraan pilkada pada kondisi seperti sekarang yang diatur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), seperti yang dikutip dari Buku panduan KPPS Pemilihan serentak Tahun 2020.

M. Khuzair Selaku Wakabid PPKU Gabungan Pemuda Pelajar Mahasiswa Barru Komisariat II Barru, melihat kejanggalan pada Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Barru tahun Ini dimana berdasarkan Aturan Prosedur Penyelenggaraan Pilkada Oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Diantaranya Dimana Pemilih di berikan sarung tangan plastik sekali pakai demi menghindari paparan (Covid-19).

“Hasil pada proses Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Barru menuai sorotan, dari Gappembar Komisariat II Barru terkait puluhan ribu sampah plastik sarung tangan hasil dari Pilkada.”

Afis Ketua GAPPEMBAR KOMISARIAT II BARRU, Menilai Proses Penyelenggaraan Pilkada di Kabupaten Barru itu akan Memberikan efek negatif bagi kesehatan melihat tidak adanya perlakuan khusus terhadap puluhan ribu sampah plastik itu dan ironisnya dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.

Pentas demokrasi membawa malapetaka bagi kesehatan masyarakat dan menjadikan lingkungan sebagai korban dari kelalaian itu, KPU secara teknis tidak memperhatikan jangka panjang pasca Pilakada di Kabupaten barru yang dinilai hanya bertanggung jawab atas Penyelenggaraan dan perhitungan suara saja namun tidak memperhatikan dampak buruk dari puluhan ribu sampah plastik sarung tangan yang terbagi di 449 TPS tersebut.

“Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Barru juga tidak lagi memperhatikan bahaya dari sisa sarung tangan Ini, mau dikemanakan dan Dimusnahkan dimana, ketika hanya di buang sembarangan yang ada Orang – orang bisa saja terindikasi terpapar Covid-19 akibat kelalaian lembaga Penyelenggaraan Pemilihan Bupati Barru .”

Ketika sampai hari Senin (14,12,2020) pihak KPU tidak angkat bicara dan memberikan solusi terkait hal Ini, GAPPEMBAR KOMISARIAT II Barru Akan turun seraya mempertegas dan Mengecam atas kelalaian ini. Tutup Afis.(*)

Penulis : Dedy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed