oleh

Diduga Oknum Berpihak Sebelah Perkara Utang Piutang, Benarkah?

TAKALAR, ANTERONEWS – Kepala Dusun Bontoa Desa Tonasa Kec. Sanrobone mengundang beberapa awak media melalui via telepon kerumahnya untuk menyampaikan jika dirinya telah menerima surat pelaporan yang di tujukan kepada salah seorang anaknya, Sabtu (12/12).

Isi surat panggilan terkait klarifikasi tentang penipuan dan penggelapan yang di terima dari Polsek Galesong Selatan. Kab. Takalar.

Dari keterangan anak Kadus Daeng Sitaba ia hanya membantu Ahmad Dg. Saung dan Muh.Sakir Dg. Salle meminjamkan uang dengan jaminan satu unit mobil Sigra.

Awalnya.Ahma Dg. Saung, datang kerumah anak Kadus bersama Muh. Sakir Dg. Salle memohon bantuan ke Dg. Sitaba, untuk meminjam uang dengan jaminan satu unit mobil Carry jenis Futura, yang pada waktu itu Dg. Sitaba memberikan pinjaman sebesar Rp. 18.000.000, yang transaksinya dilakukan di rumah Dg. Saung.

Tak berselang waktu lama dia datang lagi ke rumah Dg. Sitaba minta ditambahkan uang Rp. 5.000.000 namun menukar kendaraan yang menjadi jaminan dengan mobil Zigra.
Total keseluruhan pinjaman yakni Rp. 23.000.000.

Dg. Sitaba dan keluarganya sangat kecewa sebab pemilik kendaraan Muh. Mursalim Dg. Rewa yang melaporkan kejadian ini ke Polsek Galesong Selatan dan mengirimkan surat panggilan tanpa mencantumkan nama si terlapor.

Keluarga Dg. Sitaba menganggap tindakan penyidik tidak sesuai dengan SOP atau cacat administratif dengan adanya surat yang ditujukan kepada Dg. Sitaba, dan kecewa terhadap oknum Kanit Res Polsek Galesong Selatan.

Mobil yang menjadi jaminan pinjaman yang di sita Polsek Galselpun diberikan kepada si peminjam, padahal keluarga Dg. Sitaba sudah berpesan jika pemilik meminta mobil tersebut pihak Polsek Galsel harus membuatkan berita acara dulu terkait uang pinjaman belum dikembalikan ke Dg. Sitaba, namun tidak diindahkan.

“Kami curiga adanya indikasi permainan antara oknum penegak hukum dan si pemilik mobil. Padahal kami berharap masalah ini sudah ditangani pihak yang benar namun kenyataannya malah makin membuat kami rugi dan terkesan berpihak sebelah,” Ujar salah seorang keluarga Dg. Sitaba. (Karca)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed