oleh

Gus Menteri, Bumdes Sebagai Ujung Tombak Rebound Untuk Peningkatan Ekonomi Desa

JOMBANG, ANTERONEWS РGus Menteri memberikan kuliah umum Bumdes di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE PGRI) Dewantara di Jombang, selasa (15/12).

“BUMDES di haruskan mengambil CORE BUSINEES atau inti bisnis yang belum di pilih warga desa atau Bumdes lain. Pengambilan inti bisnis ini gunanya agar Bumdes tidak mengganggu perputaran ekonomi warga desa,’ kata Gus Menteri

Gus Menteri menilai inti bisnis Bumdes malah harus menjadi ujung tombak Rebound atau peningkatan ekonomi desa.  Inti bisnis tersebut sudah termasuk dalam (UU) Cipta kerja,nomor 11.tahun 2020.pasal 117

Yang isinya menegaskan, jika Bumdes sebagai badan hukum di bentuk untuk kesejahteraan warga dan masyarakat. Terlebih Bumdes sendiri telah di payungi (UU) cipta kerja yang menjadi faktor utama Kemajuan Badan Usaha Desa

‘Sebelumnya Bumdes terkesan dihalang karena statusnya bukan badan hukum. Sehingga susah mengakses permodalan. Akhirnya Bumdes menjadi badan hukum berkat lahirnya (UU) cipta kerja dan memang ini yang di tunggu,” ujar Gus Menteri.

“Selain itu, pihaknya ikut bergerak cepat untuk menyusun rencana peraturan pemerintah (RPP) dengan mengundang Kementrian Hukum dan HAM.

Hal tersebut guna mendapatkan masukan, saran dan pemikiran soal posisi Bumdes sebagai badan hukum. Dilanjutkan diskusi lintas kementrian yang menyepakati posisi Bumdes setelah UU Cipta Kerja sebagai badan hukum entitas baru.

Artinya kedudukan Bumdes setara dengan Perseroan Terbatas (PT), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada level nasional dan Badan Usaha Milik Faerah (BUMD) pada level daerah,”ujar Gus Menteri. (Oki/syafar)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed