oleh

Oknum penyidik Diduga Tidak Kooperatif Menangani Kasus Penganiayaan

MALASSAR – Beberapa hari yang lalu, tepatmua Jum’at 11 Desember 2020, seorang lelaki bernama Andi Alvian, yang beralamat di Jalan Hartaco Indah Blok 15, NO. 9, Kelurahan Sudiang, Kec. Biringkanaya, Kota Makassar, mengundang beberapa awak media untuk menyampaikan suatu permasalahan yang menimpa seorang putranya.

Dia mengatakan jika putranya itu seusai menunaikan sholat jum’at tiba-tiba seorang pemuda menyerang, lalu memukuli dirinya yang menyebabkan hidung putranya itu berdarah serta sebelah pipinya terdapat luka goresan.

Pemuda yang setelah melakukan pemukulan terhadap putranya ini langsung kabur, dan mirisnya lagi si pemuda ini adalah keluarga Alvian sendiri yang diketahui bertetangga dengannya.

Putranyapun pulang ke rumah dalam keadaan luka hidung berdarah dan ia menceritakan kepada ayahnya apa yang dialaminya.

Atas peristiwa ini, Alvian melaporkannya ke Polsek Biringkanaya Makassar, terkait hal penganiayaan terhadap putranya yang ditemani oleh beberapa awak media.

 

“Setelah melakukan pelaporan, saya kembali ke rumah untuk mengobati luka hidung anak saya,’ tutur Alvian.

Keesokan harinya si pelaku (Fajrin), bertemu dengan dengan kakak korban (Sultan), dan berkata kepada kakak korban, “saya pukul adikmu ces,” ketus si Fajrin.

Karena merasa di ejek dan diremehkan maka Sultan pun, menghajar si Fajrin hingga terjadi penikaman.

Fajrin kembali kerumahnya yang membuat keuarganya kaget dan bertanya “siapa tikamko” dijawabnya, Sultan yang menikamnya.

Akhirnya keluarga Fajrin menuju ke Polsek Biringkanaya, melaporkan peristiwa penikaman tersebut.

Tak berselang lama, laporan keluarga Fajrin disikapi Reskrim Polsek Biringkanaya dengan cepat menuju ke rumah Sultan untuk menjemput lalu menahan dan menjalani proses lebih lanjut.

Hingga saat ini Sultan menjalani hukuman sesuai pasal 351 ayat 2, yang mengakibatkan korban pertama akibat perlakuan Fajrin mengalami cacat fisik.

Awak media bertanya kepada Alvian, bagaimana dengan laporan tentang penganiayaan yang dilakukan Fajrin terhadap putranya yang seusai melakukan sholat jum’at, apakah pihak Polsek Biringkanaya, dalam hal ini penyidik sudah menindaki hal ini.

Alvian, menjawab, ‘tidak ada pergerakannya dinda, jelas Alvian pada awak media.

Alvian pun mendapat masukan jika hal ini sebaiknya oknum penyidik dilaporkan ke Propam Polda Sulsel, agar dapat di proses sesuai aturan yang berlaku.

Alasan Alvian mengundang beberapa awak media agar bisa mendapatkan solusi atas pelaporan penganiayaan putranya di Polsek Biringkanaya yang hingga saat ini belum ada penindakan sama sekali.

Sebagai awak media yang menjalankan tugas kontrol sosial, mencoba mendatangi penyidik yang menangani kasus penganiayaan putra Alvian, untuk menanyakan sudah sejauh mana penanganan kasus penganiayaan putra Alvian.

Namun, oknum penyidik Riksa 1 Bripda Taufik, sangat sulit untuk ditemui untuk dimintai informasi dan keterangannya atas kasus penganiayaan putra Alvian, dengan berbagai alasan, bahkan sudah beberapa kali awak media mencoba untuk menemui Bripda Taufik, baik melalui via telepon dan watsapp namun tetap saja sulit untuk ditemui.

Dapat di nilai jika Bripda Taufik, tidak kooperatif dalam menangani kasus ini, dan tidak sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur), apalagiĀ  bertentangan sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. (Karca/Syafar)

 

News Feed