oleh

IMIKI Raker Nasional ke-X di Makassar, Ada Apa !

 

 

Makassar, Anteronews – Rapat kerja Nasional, Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (IMIKI) ke-X, kali ini di hadiri oleh 30 Peserta, dari berbagai kampus di Indonesia salah satunya, Maluku Utara,Aceh, Sumba, Kalimantan, Semarang, Jakarta, Sulawesi barat dan Makassar sendiri sebagai tuan rumah di ikuti 5 kampus.

Ketua pelaksana dalam Raker ke-X, Muh Zultamzil, Jumat (26/02/21), Mengatakan bahwa dalam kegiatan tersebut sempat beberapa kali mengalami pengunduran karena persoalan Pandemi Covid-19.

“Rapat kerja Nasional IMIKI ke-X ini sebenarnya sudah sangat lama kita siapkan setelah di tunjuknya Makassar sebagai tuan rumah di Munas Surabaya 2020 lalu, namun karena berbagai kendala, baru kali ini kita bisa agendakan dengan secara terbatas” kata Zultamzil.

Selain itu ketua Umum Pengurus Pusat,
Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (IMIKI) terpilih Ryfan Abdjul, dalam sambutannya menyampaikan beberapa target besar kepengurusannya kedepan, akan hadir memberikan gagasan dan tindakan dalam bidang Komunikasi untuk sumbangsih Indonesia.

“Target besar dalam periode IMIKI kali ini, akan memberi kontribusi berupa gagasan dan tindakan dalam bidang Komunikasi sebagai sumbangsih untuk Indonesia” ungkap Ryfan

Sementara dalam Rapat Program kerja berjalan Sejumlah Usulan-Usulan dari berbagai perwakilan Cabang,salah satunya dari Cabang Maluku utara Yang di akomodir tawaran kerjanya.

ketum cabang Mansur Abisan Dalam kesempatanya memaparkan bahwa Indonesia Saat ini telah masuk pada satu Rovolusi Tatanan kehidupan yang baru, diamana kita telah dihujani oleh Teknologi Komunikasi hingga kita kehilangan Nilai-nilai sosial.

Apalagi di disekeliling kita ketahui bersama berbagai aplikasi media telah di gunakan anak-anak sekolah sehingga mempengaruhi semangat anak belajar.

Lanjut mansur Hal ini kemudian Menjadi salah satu masalah besar yang harus diseriusi pemerintah dengan Cara membangun kesadaran masyarakat dalam bermedia.

Selain itu pihaknya mengharapkan Mata pelajaran teknologi komunikasi yang sempat dihapus dalam kurikulum sekolah agar itu dikembalikan, Dengan itulah bisa mengurangi penyalagunaan teknologi komunikasi”, ungkap ketum Malut. (*)

Penulis: Alis

Editor : Takim

 

 

 

News Feed