oleh

P3MKEL Gelar Diskusi Publik, Mengangkat Tema Manggarai Timur Dalam Pusaran Oligarki

 

Makassar, Anteronews – Persatauan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kecamatan Elar ( P3MKEL ) Makassar, menggelar Dialog public, di Warkop Ces Jl. sultan alaudin 2 kota Makassar, Senin (01/03/2021).

Ketua Panitia Dialog P3MKEL, Yohanes Brito tatu, mengatakan Dialok publik ini dibangun dengan mengangkat tema yang cukup radikal, karena pertimbanganya melihat kondisi daerah hari Ini, selama dipimpin oleh Bapak Andreas Agas dan Bapak Stef jaghur tentu banyak polemik yang terjadi, penting bagi Persatauan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kecamatan Elar (P3MKEL).

” Membangun narasi yang cukup sensitif, agar bisa membongkar pradikma Publik, terhadap Kekuasaan yang dibangun, oleh Bapak Andreas, entah mau bawa kemana Manggarai Timur yang memang hampir usianya 13 tahun, setelah pemekaran dari tahun 2007 menjadi definitif,” katanya.

Lanjut ia, dalam Dialog publik ini, peserta Diskusi yang terlibat Mahasiswa Manggarai Timur yang ada di Makassar, tentu yang berhimpun dalam Organisasi Daerah, Skopnya Kecamatan. Dalam kegiatan ini juga dibentuk dengan panitia resmi yang diketuai oleh salah satu Pengurus P3MKEL, Yohanes Brito tatu, dalam hal ini diapun menyampaikan, besar harapanya agar kegiatan semacam ini terus tetap dibangun pada Massa periode kepengurusan ini.

” Agar mencipatakan narasi, pengetahuan sehingga P3MKEL tidak putus untuk tetap berkontribusi terhadap daerah”, ujarnya.

Ketua umum P3MKEL (Husni Mubarak ), menyampaikan bicara Diskursus ini kalau kita kembali pada narasi sejarah tentu Ini bagian dari bentuk mempertahankan peradaban, sehingga baginya gagasan itu sakral karena memang hasil dari kerangka pikir manusia,  dalam krangka ontologisnya pertanyaan.

” Atas diri setiap saat harus tetap dipikirkan, dalam konteks Dialog publik yang dibangun, bagian dari imunitas independensi P3MKEl yang memang kalau mau dibilang umurnya yang cukup tua, tentu ini menjadi kematangan bagi P3MKEL untuk selalu memikirkan kondisi daerah spesifik kecamatan Elar, secara garis besarnya Manggarai Timur, tentu penting bagi pemuda hari Ini tetap sama mengawal proses pembangunan,” ungkapnya.

Moderator Yang Mengantar Diog publik Persatauan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kecamatan Elar ( P3MKEL ) – Makassar selaku demisioner ( Kanda Theodorus Jeramat)

Sebagai pembicara dalam kegiatan seminar politik P3MKEL hadir Bapak ketua Kerukunan Manggarai Timur, dalam hal ini ( Alfonsus Jantong,. S.,E ,MSA ,.AK, CA.) dan juga Dosen akfit Atamajaya Makassar menuturkan, dengan subtema yang diberikan : (1.) Analisis kebijakan Bupati Mangarai Timur  dengan Dirumahkan 330 Thl  (2) dan apa urgen pemekeran nama Kecamatan.  narasi yang dibangun, oleh Bapak Alfons Jantong , lebih menekan kepada Efek Otonomi Daerah yang diatur dalam UU No 32 tahun 2004 ada hak kemandirian daerah untuk mengatur secara khusus terhadap Daerah teritorialnya, artinya bagian pelimpahan wewenang pusat (Desentralisasi ) ke daerah karena yang memahami kondisi yaitu daerah itu sendiri.

” Namun yang menjadi pertanyanya, Manggarai Timur sampai hari ini belum ada yang mengatur secara khusus terkait otonomi daerahnya, sehingga hal ini dimungkinkan ada konsumsi individualistik bagi pemerintah, selanjutnya pada soal ,tenaga harian lepas, baginya memang ini kewenangan daerah karena Disisi lain daerah sudah tidak mampu membiayai para THL ini, langka kongkritnya diberhentikan para Thl ini, Karena efeknya pada PAD minim dan tak ada. Bicara Dana Alokasi Khusus (Dak ) dan Dana Alokasi Umum ( Dau) belum ada sama sekali dijelaskan, sehingga memang wajar Oligarki itu ada,” ungkapnya.

Selanjutnya Narasumber kedua ( kakanda Julfarisman P .Hasan Selaku Aktifis sosial menuturkan, Subtema yang Diberikan : Apa Kabar legislator Dapil IV bicara Fungsi utama sebenarnya yang pertama ,- fungsi pengawasan terhadap pemerintah -fungsi legilasi pembentuk undang-undang -fungsi Banggar ( Anggaran ) ungkapnya, justru yang menjadi bacaan ketiga fungsi utama itu tidak dijalakan secara signifikan oleh para legislator, ironisnya kalau kita bicara partai pengusung paket aset ada PKS, ada PAN ada PBB .

” Tentu setiap kebijakan yang menjadi dominasi ketiga Partai Politik ini, kalau kita mau Radikal mereka yang selalu berselingku dengan pemerintah, padahal kalau  bicara Respresentasi dari Dapil lV ada juga namun terkadang saya coba memimjam bahasanya Machiveli Justru benar ketika dominanan kekuasaan yang melekat maka tidak ada lagi bicara moralitas bagi pemerintah. Sehingg berdampak pada publik polucy, maka jangan heran Jika hari ini Kondisi Dapil lV selalu dijadikan tumbal, karena  tidak memadai secara pembangunanya, wajar jika Elar tidak maju dan mau dibilang sangat terisolir,” tuturnya.

Tambahan ia, hal yang Dipertegaskan untuk menjadi hal yang penting kami sampaikan secara terbuka kepada Bupati Manggarai Timur Andreas agas, memperhatikan juga Elar dan Elar selatan cukup dulu pada pembangunan Infrastruktur jalan.

” Karena itu satu hal yang mendukung Akses lancarnya Distribusi ekonomi bagi masyarakat, ini hal yang penting dibanding mengurus pergantian nama Kecamata,” tegasnya. (**)

Penulis : Husni /Alis

 

News Feed