oleh

Polsek Bontoala Bantah Bebaskan Rohima Pedagang di Lingkungan Mesjid Al-Markas

MAKASSAR – Kepolisian sektor (Polsek) Bontoala melalui Kanit Reskrim Iptu Robert Hariyanto Siga, menampik telah membebaskan seorang tersangka wanita Rohima (50) atas UU7 Darurat pasal 2 ayat (1) ini. Menurutnya, informasi yang beredar itu sama sekali tidak benar dan Rohima untuk saat ini masih wajib lapor di Polsek Bontoala.

“Terhadap kasus yang bersangkutan lanjut. Dan pelaku bermohon untuk tidak dilakukan penahanan dan saat ini yang bersangkutan dikenakan wajib lapor.” Ujar Iptu Robert di temui di ruang kerjanya, (30/3/2021)

Terpisah. Menurut LL (40) lk, Rohima dibebaskan setelah membayar Rp. 5jt. LL menjelaskan awalnya terjadi proses negosiasi yang begitu lama.

“Ibu Rohima diambil, lalu dibawa ke polsek sewaktu hari jumat, awalnya mereka (pihak polsek) meminta agar dibayar Rp. 15jt, tapi Rohima memang tidak sanggup bayar dengan harga segitu makanya mentok dengan Rp. 5jt. Setelah bayar di ruangan Pak Robert baru orang dibebaskan.” Ujar LL kepada media.

Menurut LL, Rohima berjualan di lingkungan masjid sudah sejak lama dan kemungkinan puluhan tahun. Tak hanya itu, dia menjelaskan bahwa setiap orang berjualan wajib dikenakan pajak seharga Rp. 25.000, per-orangnya.

“Yang saya herankan, semua pedagang itu wajib membayar retribusi Rp. 25rb /orang, dan yang memungut itu oknum polisi. Sempat saya sampaikan itu polisi bilang ibu Rohima ditangkap, tapi dia tidak respon.” ujarnya.

Laporan : Randi

News Feed