oleh

Sukses Gandeng Kemendikbud di PkM OSA ke-4, ADPI Kembali Gelar OSA ke-5

MAKASSAR – Asosiasi Dosen Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (ADPI) adalah asosiasi pemersatu dalam kegiatan pengabdian dan peningkatan profesionalisme dosen. Adapun visi ADPI adalah menjadi asosiasi terbesar di Asia Tenggara pada bidang pengabdian dan peningkatan profesionalisme dosen berdasarkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Hingga saat ini, keanggotan ADPI sudah tersebar dari Aceh hingga Papua dengan mencapai ribuan dosen dari ratusan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia dengan Kepengurusan Pusat di Padang, Sumatera Barat. Selain itu, ADPI juga telah memiliki Kepengurusan Wilayah pada 31 provinsi di Indonesia.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Online Series ADPI atau disingkat dengan PKM OSA merupakan salah satu program ADPI yang digagas oleh Yosa Novia selaku Koordinator Program Renstra dan Wakil Ketua 2 ADPI Bidang Kerjasama sejak tahun 2018.

Kegiatan ini dilaksanakan secara berkelanjutan pada tiap semester. Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan sinergi antara ADPI dan PTN/PTS asal anggota ADPI serta mengembangkan jaringan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Sejak tahun 2019 hingga saat ini, ADPI telah sukses melakukan PKM OSA dengan mengangkat berbagai tema dan membangun berbagai kemitraan. Setelah sebelumnya sukses menggandeng Kemendikbud pada PKM OSA ke-4, pada Sabtu-Minggu (28-29/03/2021), ADPI kembali melaksakan PKM OSA dengan tema “Tingkatkan Kreativitas Lokal Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Melalui Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat”.

Kegiatan ini merupakan PKM OSA ke-5 yang diselenggarakan oleh ADPI bekerjasama dengan Lembaga Cipta Talenta Eksponensial (CTE), Universitas Suryakencana Cianjur, dan STIEPARI Semarang.

PkM OSA ke-5 ini juga menggandeng Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Zakat Community Development BAZNAS RI, Dewan Riset Daerah (DRD) DKI Jakarta, dan 35 institusi dari 16 provinsi se-Indonesia.

Dalam bahasannya, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Dr. Wisnu Bawa Tarunajaya, S.E., M.M., CHT mengatakan bahwa kegiatan ini sejalan dengan apa yang dilakukan oleh Kemenparekraf. Hal ini karena pada masa pandemi Covid-19 ini industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif adalah sektor yang paling terdampak sehingga dibutuhkan sinergi antar stakeholder untuk dapat kembali membangkitkan perekonomian masyarakat.

Pada tahun ini Kemenparekraf fokus dalam pengembangan dan pendampingan program desa wisata salah satunya dengan mengadakan pelatihan-pelatihan, yang menitikberatkan pada tiga varibel yakni inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Menurutnya, PkM OSA ke-5 ini menjadi salah satu sarana dalam melibatkan Perguruan Tinggi khususnya dosen pada kegiatan pengabdian masyarakat di desa-desa wisata. Melalui PKM OSA ke-5 ini, Ia berharap agar ADPI dapat mendukung Kemenparekraf, melalui pelibatan dosen-dosen anggota ADPI dalam mendampingi dan memberdayakan masyarakat di desa-desa wisata hingga pelosok Indonesia.

Kegiatan PKM OSA ke-5 ini juga dihadiri oleh Ketua DRD DKI Jakarta Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, ST., M. Sc., Ph. D sebagai Guest Speaker. Ia menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh ADPI juga sejalan dengan visi DRD dalam menggiatkan aktivitas penelitian dan pengabdian guna meningkatkan potensi daerah.

Selain itu, hadir juga dalam kegiatan ini Direktur Zakat Community Development BAZNAS RI dan founder Desa Wisata Tegal Waru, Tatiek Kancaniati. Dalam bahasannya, Tatiek menjelaskan kiprah BAZNAS melalui Lembaga ZCD dalam peningkatan sektor ekonomi kreatif dan desa ecowisata. Tatiek juga menyampaikan bahwa ADPI dan ZCD BAZNAS RI juga dapat membangun kolaborasi dalam memajukan ekonomi masyarakat.

Selain itu, Ketua ADPI, Prof. Dr. M. Zaim, M. Hum dalam sambutannya sangat mendukung kegiatan PKM OSA ini. Ia menyampaikan bahwa Perguruan Tinggi sebagai institusi akademis harus membangun sinergitas dengan berbagai stakeholder untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat termasuk pada bidang pariwisata agar masyarakat mencapai kehidupan yang sejahtera.

Hal ini juga sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Mulyono, SH., M.M selaku Koordinator Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Sumber Daya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada PKM OSA ke-4 pada Januari 2021 lalu yang melibatkan dosen dari 17 institusi di 17 provinsi. Kemendikbud ingin mengoptimalkan pengabdian kepada masyarakat dengan mendorong dosen sebagai penggerak. Menurutnya, dosen tidak hanya sebagai pengajar di kelas tetapi lebih dari itu, yaitu juga mengembangkan kompetensi dan bertanggung jawab sesuai UUD 1945. Kemendikbud juga mengarahkan agar dosen dapat meningkatkan pendidikan formal dan keahlian lainnya serta ingin menumbuhkan semangat juang dosen melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat demi mewujudkan Indonesia jaya.

ADPI senantiasa bekerja keras dan cerdas agar apa yang dicita-citakan dapat terlaksana sebagai bentuk kecintaan kepada Negara Indonesia. ADPI berharap menjadi salah satu asosiasi yang mampu mengabdikan dirinya untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dan kesejahteraan masyarakat umumnya dan anggota ADPI khususnya. Semoga PKM OSA ini menjadi salah satu sarana untuk mencapai cita-cita mulia ini (red.adpi).

News Feed