oleh

AMPP-TOGAMMOLOKA Gelar Aksi Unjuk Rasa, di Kantor BNP Maluku Utara

Ternate – Puluhan Mahasiswa tergabung dalam Asosiasi Mahasiswa Pemuda Pelajar- Tobelo Galela Malifut Morotai Loloda Kao (AMPP-TOGAMMOLOKA), menggelar Aksi Unjuk Rasa, di Depan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Maluku Utara, Kota Ternate Provinsi Maluku Utara, Rabu (07/04/2021).

Ketua Umum Fijai Ali dalam orasinya mengatakan, bahwa kami Asosiasi Mahasiswa Pemuda Pelajar- Tobelo Galela Malifut Morotai Loloda Kao (AMPP-TOGAMMOLOKA) Provinsi Maluku Utara, menegaskan kepada pihak BPN Malut untuk segera dilakukan penyelesaian kasus persengketaan lahan di Kabupaten Pulau Morotai.

Konflik sengketa lahan di Kabupaten Pulau Morotai antara pihak TN-AURI dengan masyarakat sudah sejak lama terjadi dan sampai sejauh ini belum terselesaikan, sekitar 1.125 Hektar tanah yang menjadi konflik.

Fijai menambahkan, Pokok persengketaan lahan tersebut ialah soal sertifikasi yang di miliki oleh kedua beleh pihak (TNI-AURI dan Masyarakat), Luas sebesar 660 hektar telah di sertifikasi oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Maluku Utara. 5 titik yang di patok oleh TNI-AURI diantaranya Desa Wawama, Desa Pamdanga, Kota Daruba, Armi Doc dan Yayasan ini masih menuai polemik.

“Sedangkan wilayah pulau morotai merupakan wilayah hukum adat kesultanan ternate, sesuai surat hak tanah adat wilayah morotai tanah yang dikeluarkan oleh kesultanan Ternate, bahwa sampai saat ini kesultanan ternate tidak pernah menyerahkan ke pihak manapun atau instansi apapun,” tutur Fijai.

Dalam aksi berlangsung, dan mendapat tanggapan oleh Badan Pertanahan Nasional Wilayah Provinsi Maluku Utara, Kabid Pengadaan Tanah Triawan menjelaskan mekanisme dan permasalahan yang ada.

“Itu akan di korcek kembali dan melakukan komunikasi ke BPN Provinsi Maluku untuk menanyakan hasil-hasil sertifikat yang di anggap ganda,” jelas Triawan.

Kabid Penataan Pertanahan Dwihari, mengatakan proses ini harus di lakukan secara tertulis oleh Ampp-Togammoloka untuk di tindak lanjuti di tingkat BPN sesuai mekanisme yang ada di BPN sendiri.

“Maka dalam waktu dekat kami akan melakukan koordinasi ke Ampp-Togammoloka untuk mendiskusikan atau membicarakan hal-hal yang telah disepakati bersama ampp-togammoloka,” tutup Dwihari.(**)

Penulis : Fp/Alis
Editor : Takim

News Feed