oleh

Forum Mama Mama Jambula, Gelar Aksi, Berikut Pernyataan Sikap Mereka

TERNATE – Forum Mama Mama Jambula (FMM) menggelar aksi di depan Kantor Wali kota Ternate Provinsi Maluku Utara, Kamis (10/6/2021).

Koordinator aksi Arsali mengatakan bahwa, melihat pembangunan Pertashop yang sangat berdekatan dengan pemukiman masyarakat, hal ini menjadi kerisauan dan kegelisahan tersendiri dengan dampak yang akan terjadi nanti, belum lagi jarak antara pertashop dan PT. Pertamina (Persero) Terminal BBM Ternate, yang kurang lebih jaraknya hanya berkisar 80 meter.

Ia menambahkan yang di dalamnya terdapat penjualan BBM non subsidi, dan LPG non subsidi, berdasarkan surat keputusan Menteri Dalam Negeri No 117/3015/ SJ Program Pertashop di bangun pada desa tertinggal, tedepan dan terluar,

“Jika di tinjau dari aspek hukum pembangun Pertashop di Kelurahan Jambula, tidak sesuai dengan Surat keputusan Menteri dalam Negerii, bahwa esensi pembangunan Pertashop di arahkan ke Desa tertinggal, terdepan dan terluar, bukan di bangun di kelurahan,” ungkapnya

“Melalui keterangan dan keluhan dari warga setempat yang berdekatan kurang lebih satu meter dari pembangunan pertashop, ternyata pembangunan Pertashop sebelumnya tidak ada sosialisasi AMDAL terhadap warga Kelurahan Jambula,” tuturnya

Lanjut Arsali, Surat Ktterangan Usaha (SKU) yang dikeluarkan oleh Pemerintah lelurahan Jambula tanpa berkordinasi langsung dengan warga sekitar, pembangunan Pertashop yang menjadi legitimasi penuh dalam penerbitan izin lingkungan.

“Dengan realitas inilah kami yang tergabung dalam Forum Mama-Mama Jambula, dan beberapa organisasi di dalamnya OKK/OKC, ORGANDA dan OKP, menyatakan sikap kepada pemerintah Kota Ternate dan Polda Maluku Utara, agar segera menghentikan pembangunan Pertashop di Kelurahan Jambula yang cacat administrasi,” jelasngya

Berikut pernyataan dan tuntutan FMM Jambula:

  1. Pembangunan pertasop wajib dihentikan karena cacat administrasi
  2. Polda Maluku utara harus mengadili pelaku pemalsuan tandatangan.
  3. Pembangunan Pertashop di Kel. Jambula wajib dihentikan karena urgensi BBM di Jambula sama sekali tidak mengalami kelangkaan secara keseluruhan.
  4. Hakekat serta tujuan pembanguan Pertashop di Kel. Jambula sangat tidak tepat sasaran,
  5. Rekomendasi kami; dipindahkan ke tempat yang agak jauh dari pemukiman warga atau di tempat lain yang lebih layak.
  6. Apabila Pemerintah Kota Ternate tidak serius menyelesaikan persoalan ini secara baik maka kami dan warga setempat akan melakukan pemboikotan pembangunan Pertasop.

“Akhir kata dari kami, perjuangan milik kita dan kemenangan hanya milik Allah, maka mati sahid dijalanNya adalah jaminan bagi orang-orang yang berjuang kepadaNya,” Tutupnya.

Penulis : AL

News Feed