Ketua LMND-DN Menyikapi DPRD Maluku Utara Agar Lebih Profesional

  • Bagikan

TERNATE – Ketua Eksekutif Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi Dewan Nasional (EK LMND-DN) Dody Rio, Kota Ternate, menyikapi DPRD Provinsi Maluku Utara agar lebih profesional. Hal ini di sampaikan lewat Via Wattsapp kepada Wartawan Antero news, Jumat (25/6/2021), di Kampus Muhammadiyah Maluku Utara.

Dody Rio mengatakan bahwa DPRD harus membaca peradaban manusia. Dalam tinjauan filsafat, sains, dan teologis secara ilmiah. Bahwa rakyat Maluku Utara tidak hanya membutuhkan Kesejahteraan. Namun rakyak juga membutuhkan lingkungan hidup sehat, layak, dan sebagainya

Jika parlemen hanya bicara tentang kesejahteraan masyarakat Maluku Utara atas kehadiran kebijakan pemerintah nasional yang sentralistik di sektor pertambangan. Justru kebijakan itu malah memberikan dampak dalam setiap aktivitas ekpolitasi sumber daya alam

Dody menambahkan, sebab situasi hari ini terlihat jelas bahwa ekpolitasi industri ekstraktif itu ada dua aktifitas. Yang pertama ekpolitasi sumber daya alam. Yang kedua ekpolitasi manusia dalam setiap kerja produksi,

“Hari ini DPRD sudah seharusnya angkat bicara tentang situasi ledakan smelter A di PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang memakan korban sekitar 9 orang,” tegas Dody

Belum lagi dari abdet teman-teman buruh korban terus terjadi akibat ketiadaan K3 di PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dari Selasa 15 Juni 2021. Hingga 24 Juni 2021. Ini yang seharusnya di angkat dan diperjuangkan oleh DPRD Provinsi Maluku Utara

“Untuk itu DPRD Provinsi Maluku Utara harus memanggil pihak perusahaan PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Agar mengevaluasi K3 yang sejauh ini PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) lalai menerapkan k3 sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tutur Dody

“Harapannya DPRD harus lebih profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung sebagai lembaga pengawasan. Agar lebih serius melihat problem ekologis dan ketenagakerjaan buruh yang ada di PT. IWIP maupun disetiap perusahaan industri yang ada di Maluku Utara. yang diharapkan oleh seluruh masyarakat Maluku Utara tentang problem ekologis dan buruh tidak terjadi,” tutup Dody. (*)

Penulis : Alis

  • Bagikan